Yesaya 26:3-4
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
Saudara yang terkasih, kita hidup di dunia yang penuh kesibukan. Pekerjaan yang menumpuk, kebutuhan keluarga yang terus meningkat, dinamika relasi yang rumit, hingga berbagai tanggung jawab lain senantiasa menuntut perhatian kita. Tak jarang, kita berusaha memikul dan menyelesaikan semua permasalahan itu dengan kekuatan kita sendiri. Akibatnya, pikiran kita menjadi terbebani, kita rentan mengalami depresi, dan pada akhirnya mulai menyalahkan keadaan.
Hal serupa pernah dialami oleh bangsa Israel di masa pembuangan. Mereka mengalami kemerosotan iman karena merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Banyak dari mereka yang akhirnya berpaling menyembah ilah lain dan terhanyut oleh gaya hidup duniawi. Di tengah situasi kelam tersebut, pesan Nabi Yesaya hadir untuk membawa penghiburan sekaligus memulihkan kesadaran iman mereka, mengingatkan kembali bahwa Tuhan adalah benteng pertahanan yang teguh.
Yesaya menubuatkan bahwa kelak, selepas masa pembuangan, umat Tuhan akan mendiami kota yang kuat. Di sana, mereka akan hidup dengan penuh rasa percaya dan damai sejahtera, karena Tuhan sendiri yang menjadi benteng kokoh bagi mereka. Namun, di balik janji pemulihan tersebut, Tuhan menghendaki umat-Nya memiliki hati yang teguh. Keteguhan hati untuk terus bersandar kepada-Nya di segala musim kehidupan inilah yang akan mengundang damai sejahtera Allah hadir memelihara kita.
Oleh karena itu, marilah kita melangkah hari ini dengan hati yang teguh dan pandangan yang terus tertuju kepada-Nya. Di tengah segala kesibukan dan tantangan dunia yang menguras tenaga, janganlah lagi bersandar pada kekuatan sendiri. Serahkanlah seluruh beban pikiran dan kekhawatiran kita kepada Tuhan, Sang Gunung Batu yang kekal. Percayalah, ketika kita senantiasa memelihara iman dan menyerahkan kendali hidup kepada-Nya, Ia akan menjagai hati dan pikiran kita dengan damai sejahtera yang sejati. Selamat menjalani hari, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

