3 Yohanes 1:11
“Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.”
Pernahkah kita melihat sesuatu yang salah dilakukan oleh banyak orang, sampai akhirnya kita menganggapnya sebagai hal yang biasa?
Ketika orang lain berbohong, kita ikut berbohong. Ketika orang lain menjelek-jelekkan sesamanya, kita ikut berbicara. Ketika orang lain melakukan kecurangan, kita mulai berpikir bahwa kita juga harus melakukannya supaya tidak tertinggal.
Inilah bahayanya mengikuti arus dunia: tanpa sadar, kita bisa melakukan sesuatu yang salah hanya karena banyak orang melakukannya.
Dalam teks kita, Rasul Yohanes memberikan pesan yang tegas: “Janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik.”
Mengapa? Karena tidak semua yang dilakukan banyak orang berkenan kepada Tuhan. Bahkan, tidak semua orang yang memiliki kedudukan atau pengaruh memberikan teladan yang benar.
Dalam konteks surat ini, Yohanes memperingatkan jemaat tentang Diotrefes, yang ingin menjadi terkemuka dan bertindak dengan cara yang tidak benar. Sebaliknya, jemaat diajak untuk meneladani apa yang baik.
Saudara-saudara, firman Tuhan mengajarkan bahwa ukuran kebenaran bukanlah apa kata dunia, melainkan apa yang Tuhan kehendaki.
Pertama, jangan mengikuti yang salah hanya karena banyak orang melakukannya.
Kedua, beranilah melakukan yang baik meskipun tidak populer.
Ketiga, periksalah kehidupan kita sendiri.
Jangan hanya sibuk melihat kesalahan orang lain. Mari bertanya: apakah perkataan saya membangun atau melukai? Apakah keputusan saya mencerminkan kejujuran? Apakah saya meniru Kristus atau justru mengikuti perilaku yang tidak berkenan kepada-Nya?
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kita mungkin tidak bisa mengubah semua orang di sekitar kita, tetapi kita bisa memulai perubahan dari diri sendiri.
Jangan ikut arus hanya supaya diterima manusia. Tetaplah hidup dalam kebenaran supaya kehidupan kita berkenan kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

