Pengkhotbah 9:11
Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

Saudara yang terkasih, kita sering berpikir bahwa kemenangan adalah milik mereka yang paling pintar, paling cepat, dan paling kuat. Tak heran banyak dari kita terus mengasah kemampuan, melatih fisik, dan menyusun strategi sebaik mungkin agar menjadi yang terbaik.
Namun, Pengkhotbah mengajak kita melihat dari sudut pandang lain: kemampuan dan daya upaya manusia bukanlah penentu mutlak hasil akhir. Pasal 9:11 menolong kita menilai keberhasilan dengan lebih seimbang. Tidak semua usaha berbuah sesuai harapan. Roti tidak selalu jatuh kepada yang berhikmat, kekayaan tidak selalu menjadi milik yang cerdas, dan karunia tidak hanya diberikan kepada yang cerdik. Ada faktor lain yang ikut menentukan: waktu dan nasib. Waktu berkaitan dengan kesempatan, sedangkan nasib berkaitan dengan segala sesuatu di luar kendali kita. Tuhan dapat memakai keduanya untuk membawa kita menang, berhasil, dan berkecukupan.
Karena itu, mari kita melangkah hari ini dengan bersandar pada Tuhan. Ini bukan berarti kita bermalas-malasan atau pasrah tanpa berbuat apa-apa. Kita tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, tekun, dan jujur, sebab itulah bagian kita. Namun kita melakukannya dengan hati yang tenang, karena hasil akhirnya ada di tangan Tuhan.
Ketika usaha kita berhasil, kita tidak perlu sombong, sebab semua itu terjadi karena kesempatan dan kasih karunia-Nya. Ketika usaha kita belum membuahkan hasil, kita tidak perlu berkecil hati, sebab Tuhan masih memegang waktu dan rancangan-Nya bagi kita. Tugas kita adalah setia, dan Tuhan yang menentukan. Selamat beraktivitas pada hari ini. Tuhan Memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *