Mazmur 63:7-8
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai

Dunia kita saat ini sangat identik dengan keramaian dan kebisingan yang seolah tak pernah berhenti. Dari bangun tidur hingga terlelap lagi, pikiran kita dijejali oleh notifikasi gawai, tuntutan pekerjaan, dan hiruk-pikuk rutinitas. Tanpa sadar, segala kebisingan ini sering kali merampas ruang privasi dalam diri kita—ruang untuk sekadar berdiam diri, bernapas lega, dan mendengarkan suara hati nurani.
Di sinilah Firman Tuhan hari ini mengajak kita belajar dari pengalaman Daud. Di tengah malam yang sunyi, saat dunia berhenti sejenak dari kesibukannya, Daud menggunakan waktu tersebut secara sengaja untuk mengingat dan merenungkan Tuhan. Ia memusatkan pikirannya bukan pada masalah, melainkan pada penyertaan Allah. Hasilnya? Di dalam keheningan itu, Daud justru menemukan kepastian bahwa Tuhan adalah penolongnya. Keheningan bagi pemazmur bukanlah sebuah ruang kosong yang sepi, melainkan tempat perjumpaan yang paling intim dan membawa sukacita di bawah naungan sayap Sang Pencipta.
Bapak/Ibu dan Saudara terkasih, di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus menyita perhatian ini, mari kita berjuang untuk menyediakan “ruang keheningan” bagi Tuhan. Matikan sejenak segala bentuk distraksi, berdiamlah, dan berkomunikasilah dengan-Nya secara utuh tanpa gangguan. Sebab, justru di dalam keheningan bersama Tuhan itulah, kita akan menemukan kekuatan dan ketenangan sejati untuk menghadapi kerasnya dunia. Selamat pagi, selamat menyediakan waktu hening bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati aktivitas kita hari ini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *