2 Korintus 12:11
“Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.”
Pernahkah kita melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak dihargai?
Kita sudah membantu, tetapi dianggap biasa.
Kita sudah berkorban, tetapi tidak ada yang mengingat.
Kita sudah setia melayani, tetapi justru dikritik.
Kita sudah berusaha menjadi orang yang baik, tetapi orang lain hanya melihat kekurangan kita. Rasanya sakit.
Kadang bukan pekerjaan yang membuat kita lelah, tetapi perasaan bahwa apa yang kita lakukan seolah-olah tidak berarti bagi siapa pun.
Paulus juga mengalami hal tersebut. Ia telah melayani jemaat Korintus dengan sungguh-sungguh. Ia memberikan waktu, tenaga, bahkan dirinya bagi mereka. Tetapi bukannya dihargai, kerasulannya justru diragukan. Paulus sampai harus menjelaskan dan membela pelayanannya.
Namun perhatikan sesuatu yang indah: Paulus tidak berhenti hanya karena tidak dihargai.
Tidak dihargai manusia bukan berarti kita tidak berharga. Tuhan melihat dan mengetahui setiap pengorbanan kita. Maka tetaplah setia untuk melakukan hal yang benar meskipun tidak dihargai oleh manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

