2 Korintus 13:4

“Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.”

 

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa sangat lemah.

Kita sudah berusaha, tetapi masalah tidak kunjung selesai. Kita berdoa, tetapi keadaan seolah tidak berubah. Kita ingin kuat, tetapi hati mulai lelah. Bahkan terkadang kita bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan aku berada dalam keadaan seperti ini?”

2 Korintus 13:4 memberikan sebuah perspektif yang berbeda. Paulus mengingatkan kita kepada Kristus. Yesus disalibkan dalam kelemahan, tetapi Ia hidup oleh kuasa Allah.

Artinya, kelemahan bukan selalu tanda bahwa Tuhan sedang meninggalkan kita.

Maka, jangan malu membawa kelemahan itu kepada Tuhan.

Datanglah apa adanya. Tuhan tidak membutuhkan kita berpura-pura kuat. Dia ingin kita belajar percaya kepada kekuatan-Nya.

Karena terkadang mukjizat terbesar bukan ketika Tuhan langsung mengubah keadaan kita, tetapi ketika di tengah keadaan yang belum berubah, Tuhan mengubah hati kita dan memberi kita kekuatan untuk terus berjalan. Tetaplah percaya pada kuasa-Nya meskipun kita sedang lemah. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *