Mazmur 43:5

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

 

Ada kalanya hati terasa berat dan jiwa tertekan. Inilah yang dialami Pemazmur dalam Mazmur 43. Saat merasa terjepit oleh ketidakadilan dan dikelilingi orang fasik, ia tidak membiarkan kesedihan menguasainya. Ia dengan jujur bertanya kepada dirinya, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?” lalu mengambil keputusan tegas: “Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya.”

Kejujuran Pemazmur mengajarkan bahwa iman bukanlah ketiadaan rasa lelah, melainkan kemampuan menemukan kekuatan di tengah kelelahan itu. Saat hidup terasa berat, mari teladani sikap ini: jujur mengakui perasaan, lalu meneguhkan hati seraya berkata, “Aku tidak sendirian. Aku akan berharap kepada Tuhan.”

Dalam kesunyian dan kegelisahan, iman kita diuji bukan dari hilangnya masalah, tetapi melalui keberanian untuk terus menanamkan pengharapan kepada Tuhan sekalipun badai belum berlalu. Tuhan Yesus memberkati. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *