Yesaya 63:16
“Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala.”
Bangsa Israel sedang melihat keadaan mereka yang tidak baik. Mereka merasa seolah-olah ditinggalkan, bahkan hubungan mereka dengan para leluhur seperti Abraham dan Israel tidak lagi menjadi sesuatu yang dapat mereka andalkan. Namun di tengah keadaan itu, mereka membuat sebuah pengakuan yang luar biasa: “Engkaulah Bapa kami… Engkaulah, ya TUHAN, Bapa kami, Penebus kami sejak dahulu kala nama-Mu.”
Saudara yang terkasih,
Ada saat dalam hidup ketika kita merasa sendirian. Orang yang kita harapkan ternyata mengecewakan. Sahabat bisa menjauh. Keluarga mungkin tidak selalu memahami. Bahkan terkadang kita berdoa tetapi seolah-olah Tuhan diam.
Pada saat seperti itu, kita mudah bertanya, “Siapa yang masih peduli kepada saya?”
Yesaya 63:16 mengarahkan kita kembali kepada satu jawaban: Tuhan tetap Bapa kita. Tuhan tetap menjadi Bapa kita dalam setiap keadaan. Perhatikan perkataan Israel: “Engkaulah Bapa kami.” Dalam keadaan sulit mereka mengatakan demikian. Hal ini sangat penting menjadi pengingat bagi kita bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak ditentukan oleh baik buruknya keadaan kita. Keadaan kita dapat berubah, tetapi karakter Tuhan tidak berubah.
Dia bukan hanya Bapa, tetapi juga Penebus yang sanggup menolong, memulihkan, dan membuka jalan.
Karena itu, jangan hanya melihat masalah yang sedang kita hadapi. Ingatlah siapa yang berjalan bersama kita.
Ketika semua terasa tidak pasti, tetaplah percaya: Tuhan adalah Bapa kita dan Dia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

