Kisah Para Rasul 18:27
“Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.”
Apolos adalah seorang yang pandai berbicara dan menguasai Kitab Suci. Namun, yang membuat pelayanannya berdampak bukan sekadar kepandaiannya. Sebelumnya, ia juga pernah menerima koreksi dari Priskila dan Akwila agar pemahamannya tentang Injil menjadi lebih lengkap. Setelah mau belajar dan dibimbing, Tuhan memakainya dengan luar biasa untuk menguatkan banyak orang percaya.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak mencari orang yang sudah sempurna. Tuhan mencari orang yang bersedia diajar, bertumbuh, dan taat. Kemampuan adalah anugerah, tetapi kerendahan hati membuat kemampuan itu menjadi berkat bagi orang lain.
Menariknya, jemaat di Efesus juga mengambil bagian dalam pelayanan Apolos. Mereka memberikan dorongan dan surat pengantar sehingga pelayanannya diterima dengan baik di Akhaya. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan tidak dilakukan sendirian. Ada yang berkhotbah, ada yang membimbing, ada yang mendoakan, ada yang memberi dukungan. Semua memiliki peran yang berharga dalam Kerajaan Allah.
Orang percaya itu tumbuh karena kasih karunia Allah, maka jangan menunggu sempurna untuk dipakai oleh Allah. Namun sadarilah ketidaksempurnaan dengan terus mau bersedia belajar, bertumbuh dan taat, karena Allah siap memakai kita untuk menjadi alat karya-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

