MAZMUR 78:4
“kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.”
Mazmur 78:4 mengingatkan bahwa iman bukan hanya untuk dinikmati secara pribadi, tetapi juga untuk diwariskan. Asaf berkata, “Kami tidak hendak sembunyikan… tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian…” Artinya, setiap pengalaman kita akan kasih, pertolongan, dan kesetiaan Tuhan memiliki nilai untuk diceritakan.
Sering kali kita menganggap kesaksian harus berupa mukjizat besar. Padahal, pemeliharaan Tuhan dalam hal-hal sederhana—memberi kekuatan saat menghadapi kesulitan, menyediakan kebutuhan sehari-hari, atau memberikan damai di tengah pergumulan, juga merupakan karya-Nya yang layak dibagikan.
Generasi berikutnya tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang Tuhan, tetapi juga teladan hidup yang menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar bekerja. Anak-anak, keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitar kita belajar mengenal Tuhan ketika mereka melihat bagaimana kita tetap percaya, bersyukur, dan setia dalam segala keadaan.
Renungan ini juga mengajak kita bertanya: Jika suatu hari seseorang mengenal Tuhan melalui hidup kita, kisah apa yang akan mereka dengar? Apakah mereka akan mendengar keluhan yang terus-menerus, atau cerita tentang kesetiaan Tuhan yang menopang kita?
Kiranya hidup kita mampu menceritakan kebaikan Tuhan, sehingga iman kepada-Nya terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

