Kisah Para Rasul 11:17

Jadi, jika Allah memberikan karunia yang sama kepada mereka seperti kepada kita pada waktu kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, bagaimana mungkin aku mencegah Allah?

 

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang pada hakikatnya merupakan makhluk sosial. Hal ini sering kita pahami sebagai pengingat untuk tidak mengasingkan diri dari lingkungan tempat kita hidup. Di mana pun kita berada, kita tidak dapat lepas dari interaksi dengan sesama. Interaksi ini seharusnya menumbuhkan kepedulian satu sama lain. Namun, pada kenyataannya, kita sering kali membatasi diri untuk menolong sesama. Kita cenderung membangun tembok pembatas, menaruh curiga, bahkan bersikap tidak peduli. Bukan hanya kepada mereka yang berbeda keyakinan, terkadang kita pun menutup diri terhadap saudara seiman. Ketika ada saudara seiman yang jatuh ke dalam dosa, kita justru menyingkir alih-alih merangkul mereka kembali ke dalam komunitas iman.

Renungan pada pagi hari ini menyadarkan kita akan makna sejati dari “pemulihan”. Kisah Para Rasul 11:17 menceritakan kesadaran Petrus bahwa keselamatan dan karunia Tuhan tidak hanya diberikan secara eksklusif kepada mereka yang sudah percaya, tetapi juga terbuka bagi mereka yang belum mengenal-Nya. Allah membuka pintu keselamatan bagi semua bangsa tanpa memandang etnis, budaya, maupun latar belakang.

Oleh karena itu, hari ini kita dipanggil untuk meneladani Petrus: menjadi alat pemulihan bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang mereka. Di tengah persekutuan saudara seiman, kita diajak untuk berhenti menghakimi siapa yang “benar” atau “salah”, dan mulai saling merangkul untuk bertumbuh bersama dalam iman. Sementara itu, dalam relasi lintas iman, tugas kita bukanlah memaksakan agar mereka menerima Yesus, melainkan mengasihi dan menolong dengan tulus, merepresentasikan kasih serta pelayanan Yesus semasa hidup-Nya. Allah memberikan kesempatan kasih karunia kepada semua orang. Kita, yang telah lebih dahulu menerima panggilan-Nya, diutus menjadi alat pemulihan demi mewujudkan kasih-Nya. Kiranya Tuhan senantiasa memampukan kita menjadi alat pemulihan-Nya, melalui tuntunan Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *