RUT 2:11

Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal

 

Sebagai manusia, kita tentu mendambakan ketenangan hidup. Kita menyusun berbagai rencana dan memperhitungkan segala kemungkinan demi satu tujuan: kenyamanan. Namun, karena keterbatasan kita, tak jarang rencana tersebut berujung pada kegagalan. Kita pun terhempas pada situasi yang penuh ketidakpastian dan jauh dari harapan. Di titik ini, kita sering kali kecewa, mengira bahwa Tuhan telah melepaskan tangan-Nya dan apa yang terjadi bukanlah bagian dari rencana-Nya.

Namun, Firman Tuhan hari ini memberikan sebuah teladan. Rut, seorang perempuan Moab, berani meninggalkan zona nyamannya menuju tempat yang sepenuhnya asing, yakni Israel. Sebagai pendatang pada masa itu, ia sangat rentan mengalami diskriminasi sosial. Rut melangkah tanpa jaminan masa depan, tidak tahu apa yang menantinya di depan. Akan tetapi, ia memilih untuk percaya bahwa Allah senantiasa menuntun perjalanannya di tanah perantauan. Pada akhirnya, kesetiaannya mempertemukannya dengan Boas yang kemudian menebus dan menikahinya. Kisah Rut menegaskan satu pesan penting: langkah iman yang disertai kesetiaan tak pernah luput dari perhatian Allah.

Perjalanan hidup kita mungkin sering kali menyerupai Rut. Kita terpaksa berjalan di jalur yang tidak nyaman, hingga tak jarang kita mempertanyakan kehadiran Tuhan. Melalui kebenaran ini, kita diajak untuk tetap berpengharapan dan berani menghidupi “perjalanan misterius” tersebut. Tuhan selalu memperhatikan setiap pergumulan kita, dan Ia sanggup bekerja melalui orang-orang di sekitar untuk menolong kita.

Oleh karena itu, pertanyaan reflektif bagi kita hari ini bukan lagi: “Apakah ini rencana yang baik atau buruk?”, melainkan: “Apapun rencana yang tengah terjadi, bersediakah aku menghidupinya?”

Kiranya Tuhan memampukan dan menopang kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *