Matius 12:21
“Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Di zaman yang penuh ketidakpastian, banyak orang menaruh harapan pada pekerjaan, kekayaan, relasi, atau jabatan. Semua itu baik, tetapi semuanya dapat berubah. Ketika harapan kita hanya bergantung pada hal-hal yang sementara, kekecewaan sering kali tidak dapat dihindari.
Matius 12:21 memperkenalkan Yesus sebagai pribadi yang menjadi pengharapan bagi semua bangsa. Menariknya, ayat ini muncul setelah Matius menggambarkan Yesus sebagai Hamba Tuhan yang lemah lembut. Ia tidak mencari pujian, tidak memaksakan kehendak-Nya, dan tidak mematahkan orang yang lemah. Justru melalui kelemahlembutan dan kasih-Nya, Yesus menghadirkan harapan yang sejati.
Pengharapan kepada Kristus bukan berarti hidup akan bebas dari persoalan. Namun, pengharapan itu memberi keyakinan bahwa Tuhan tetap menyertai, memimpin, dan bekerja bahkan ketika keadaan belum berubah. Harapan di dalam Kristus tidak bergantung pada situasi, melainkan pada Pribadi yang setia.
Karena itu, setiap kali kita merasa putus asa, ingatlah bahwa Yesus tidak pernah menolak orang yang datang kepada-Nya. Ia menerima yang letih, menguatkan yang lemah, dan memberikan masa depan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Tetaplah berpengharapan kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

