Kisah Para Rasul 7:51

“Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.”

 

Stefanus mengucapkan kata-kata ini bukan karena kebencian, melainkan karena kerinduan agar bangsanya menyadari keadaan rohani mereka. Mereka tekun beribadah, mengenal Kitab Suci, dan menjaga tradisi agama, tetapi hati mereka tertutup terhadap karya Allah yang sedang berlangsung melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Renungan ini mengingatkan bahwa bahaya terbesar dalam kehidupan rohani bukanlah kurangnya pengetahuan, melainkan hati yang menjadi keras. Seseorang dapat aktif dalam pelayanan, rajin beribadah, bahkan memahami banyak ajaran Alkitab, namun tetap menolak ketika Roh Kudus menegur, mengoreksi, atau mengajak berubah.

Roh Kudus masih bekerja pada masa kini. Ia mengingatkan kita melalui firman Tuhan, nasihat orang percaya, keadaan hidup, atau dorongan dalam hati untuk bertobat dan melakukan kehendak Allah. Pertanyaannya bukan apakah Roh Kudus berbicara, tetapi apakah kita bersedia mendengar dan menaati-Nya.

Allah lebih menginginkan hati yang lembut daripada sekadar penampilan religius. Hati yang lembut mau mengakui kesalahan, menerima teguran, dan terus dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Maka janganlah mengeraskan hati, biarkanlah Roh Kudus bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *