Roma 15:18-19a

“Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh.”

 

Konsisten bukan berarti tanpa tantangan dan kegagalan. Melainkan tetap setia meskipun menghadapi tantangan dan kegagalan. Begitu juga halnya konsisten di dalam Tuhan, bukan berarti tanpa kegagalan. Namun tetap setia berjalan bersama Tuhan dari hari ke hari. Dalam Roma 15:18–19a, Paulus menunjukkan kehidupan yang konsisten dalam pelayanannya. Ia tidak mencari pujian bagi dirinya sendiri, tetapi terus mengarahkan perhatian kepada Kristus. Apa yang ia katakan, apa yang ia lakukan, dan kuasa yang menyertainya semuanya berpusat pada Kristus.

Konsistensi Paulus tampak dalam tiga hal. Pertama, konsisten dalam kerendahan hati. Meski dipakai Tuhan secara luar biasa, Paulus mengakui bahwa semua keberhasilannya adalah karya Kristus. Orang yang konsisten dengan Tuhan tidak mudah menjadi sombong ketika berhasil atau putus asa ketika gagal, karena ia sadar Tuhanlah yang bekerja.

Kedua, konsisten antara perkataan dan perbuatan. Paulus melayani bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan hidup yang mencerminkan Injil. Dunia lebih mudah mempercayai kesaksian yang terlihat dalam tindakan daripada hanya mendengar nasihat. Integritas membuat pesan Injil menjadi nyata.

Ketiga, konsisten bergantung pada Roh Kudus. Paulus tidak mengandalkan kecakapan pribadinya. Ia melayani dengan kuasa Roh Allah. Konsistensi dalam kehidupan rohani lahir dari hubungan yang terus dipelihara dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan.

Saudara yang terkasih,

Di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan, konsistensi sering kali menjadi tantangan. Semangat di awal mungkin besar, tetapi mudah memudar ketika menghadapi kesulitan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kesetiaan yang terus-menerus lebih berharga daripada semangat yang hanya sesaat. Tuhan mencari orang yang tetap setia, baik ketika dilihat banyak orang maupun ketika tidak ada seorang yang memperhatikannya. Apakah kita konsisten dalam mengikut Tuhan? Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *