Mazmur 145:8-9

Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

 

Seringkali, di dunia tempat kita hidup ini, kita terbiasa dengan konsep kebaikan yang bersyarat atau eksklusif. Kebaikan hanya datang kepada seseorang yang layak mendapatkanya. Memisahkan yang sucilah mendapatkan kasih Tuhan dan yang rapuh kasih Tuhan tidak melihatnya. Kita cenderung berpikir bahwa kebaikan hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, golongan tertentu, atau mereka yang ‘layak’ menerimanya.

Namun, firman Tuhan pagi yang diambil dari kitab Mazmur ini dengan tegas membantah pemikiran tersebut. Mazmur 145:8-9 menyatakan Kebaikan Tuhan itu sifatnya universal. Ia tidak pilih kasih. Sama seperti matahari pagi yang bersinar menghangatkan kita semua tanpa memandang siapa kita, dan sama seperti hujan yang turun membasahi bumi bagi semua makhluk, demikianlah kebaikan Tuhan. Rahmat-Nya tercurah atas segala yang dijadikan-Nya. Artinya kasih Tuhan tidak meninggalkan detail kecil kehidupan kita. Kita yang rapuh tidak melepaskan pandangan kasih Tuhan terhadap kita.

Ini adalah kabar baik yang sangat melegakan. Apapun musim hidup yang sedang Saudara jalani pagi ini—mungkin ada yang sedang berada di puncak karir dan penuh sukacita, atau sebaliknya, mungkin ada yang bangun pagi ini dengan hati yang berat, atau tubuh yang sedang sakit—ketahuilah satu hal yang pasti: kebaikan Tuhan tidak pernah meluputkan kita. Tuhan peduli pada setiap detail kehidupan kita, karena kita adalah ciptaan yang dikasihi-Nya. Rahmat-Nya sangat cukup untuk menemani langkah kita sepanjang hari ini. Tuhan memelihara dan menuntun kehidupan kita. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *