Yesaya 55: 10-11
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Kehidupan kita sebagai orang kristen, pasti tidak lupa dengan pemahaman bahwa diri kita “selamat”. Terselamatkan dari dosa, karena ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus. Sering di antara kita terjebak dalam kenyamanan, oleh karena pemahaman itu. Malas untuk berbuat suatu yang berdampak bagi lingkungan dan relasi kita. Hal ini dikarenakan kita berpikir Tuhan akan menyiapkan tempat bagi kita di Sorga. Namun apakah Tuhan berkehendak demikian?
Pagi ini kita merenungkan firman Tuhan dari kitab Yesaya. Tuhan berkata lain dari apa yang kita pikirkan disini. Ia menyatakan bahwa firman-Nya bagaikan hujan dan salju turun untuk mengairi bumi, membuatnya subur, dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Artinya Firman-Nya yang selalu kita dengar tidak hanya menjadi pesan pribadi, tetapi sungguh dilaksanakan dan berdampak dalam kehidupan kita sesuai kehendak-Nya.
Sebagai umat-Nya kita dipanggil untuk melaksanakan firman itu. Keselamatan bukanlah alasan untuk bersikap pasif atau sekadar menunggu waktu masuk ke Sorga. Sama seperti hujan yang turun untuk menghidupkan benih, Firman Tuhan yang kita terima seharusnya bekerja dan menuntut sebuah tindakan nyata. Jangan biarkan Firman yang kita dengar setiap hari hanya mengendap menjadi pengetahuan. Jadilah perpanjangan tangan Tuhan di lingkungan kita hari ini. Melalui karya dan kebaikan kitalah—sekecil apapun itu—Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, melainkan berhasil dan membuahkan berkat bagi sesama. Tuhan memampukan kita. Amin

