Mazmur 75:10-11
Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub. Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.
Manusia memiliki panggilan mendasar, yakni bekerja. Dalam dunia kerja, kita pasti berelasi dengan kolega atau atasan, namun pengalaman ini tidak selalu berjalan mulus. Salah satu hal yang paling kita sesalkan adalah terjadinya ketidakadilan—entah itu dikhianati oleh orang yang kita percaya, diberi beban kerja yang tidak sebanding dengan upah, atau mendapat perlakuan diskriminatif. Pengalaman pahit ini sering kali membuat kita menjadi skeptis dan sulit untuk kembali memercayai orang lain.
Melalui firman Tuhan pagi ini, kita diberikan pengharapan. Pemazmur berbicara tentang “tanduk”—sebuah simbol kekuatan, kekuasaan, dan kesombongan. Tuhan menegaskan bahwa Ia akan menghancurkan “tanduk” orang-orang fasik yang mungkin saat ini menyalahgunakan posisinya untuk menindas. Sebaliknya, “tanduk” orang benar akan ditinggikan. Ini berarti Tuhan tidak buta; Ia melihat keadilan dan berpihak membela umat-Nya. Orang-orang benar dalam hal ini adalah mereka yang tetap teguh memegang percaya pada tuntunan-Nya dan senantiasa mengasihi-Nya.
Oleh karena itu, ketika ketidakadilan menimpa kita, marilah kita bangkit kembali! Kita adalah umat yang percaya kepada Allah yang Mahaadil. Keadilan-Nya memampukan kita untuk tidak terus terpuruk dalam kerapuhan, melainkan membangun kembali pengharapan dan berjalan dengan kepala tegak. Dengan demikian perlaku kita mencerminkan kehadiran Tuhan yang Adil dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati dan memampukan kita. Amin.

