Roma 9:8
“Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.”
Di dunia ini, banyak orang mengandalkan identitas mereka. Ada yang bangga karena berasal dari keluarga yang baik, aktif di gereja sejak kecil, atau memiliki pengetahuan Alkitab yang luas. Semua itu adalah berkat, tetapi Paulus mengingatkan bahwa hubungan dengan Allah tidak dibangun hanya atas dasar latar belakang.
Allah memandang hati yang merespons panggilan-Nya dengan iman. Ishak menjadi contoh bahwa janji Allah digenapi bukan sekadar melalui hubungan darah, tetapi melalui rencana dan kasih karunia Allah.
Renungan ini juga mengajak kita bertanya: Apakah aku hanya mengenal Tuhan karena tradisi, atau karena benar-benar memiliki hubungan pribadi dengan-Nya? Menjadi orang Kristen bukan hanya soal nama di kartu identitas atau kebiasaan beribadah setiap minggu. Yang Allah kehendaki adalah hidup yang percaya, taat, dan terus bertumbuh dalam iman.
Kabar baiknya, siapa pun yang datang kepada Kristus dengan iman diterima sebagai bagian dari keluarga Allah. Tidak ada yang terlalu jauh, terlalu berdosa, atau terlalu biasa untuk menerima janji-Nya. Yang penting bukan bagaimana kita memulai hidup, tetapi bagaimana kita merespons panggilan Tuhan setiap hari.
Selamat merespons panggilan Tuhan, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

