Ratapan 1:7
“Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya.”
Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu setelah kehilangannya. Yerusalem mengalami hal itu. Di tengah penderitaan dan kehancuran, mereka mengenang “segala barangnya yang indah” yang dahulu mereka miliki.
Ketika keadaan baik, manusia mudah menganggap berkat sebagai sesuatu yang biasa. Kesehatan dianggap akan selalu ada. Keluarga dianggap akan selalu dekat. Kesempatan dianggap akan selalu terbuka. Bahkan hubungan dengan Tuhan bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu dipelihara dengan sungguh-sungguh.
Namun saat kehilangan datang, perspektif kita berubah. Hal-hal yang dulu dianggap kecil ternyata sangat berharga.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan bahwa rasa syukur tidak seharusnya lahir setelah kehilangan, melainkan saat berkat itu masih ada. Jangan menunggu sampai kesempatan berlalu untuk menghargainya. Jangan menunggu sampai hubungan retak untuk merawatnya. Jangan menunggu sampai hati terasa jauh dari Tuhan untuk mencari-Nya.
Maka, belajarlah untuk menghargai setiap berkat yang Tuhan berikan sebelum semuanya berlalu. Bukalah mata kita untuk melihat kebaikan Tuhan dalam hal-hal sederhana setiap hari. Memohon pertolongan untuk hidup dengan hati yang penuh syukur dan setia memelihara apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari nilai sebuah anugerah. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

