Mazmur 100:2
“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!”
Sering kali kita datang kepada Tuhan sambil membawa banyak beban: pekerjaan yang melelahkan, masalah keluarga, kekhawatiran tentang masa depan, atau kekecewaan yang belum terselesaikan. Tanpa disadari, ibadah dan doa bisa berubah menjadi sekadar rutinitas.
Namun Mazmur 100:2 mengingatkan bahwa Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dengan sukacita. Sukacita yang dimaksud bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan keyakinan bahwa Tuhan tetap hadir dan bekerja di tengah segala keadaan. Sukacita lahir dari kesadaran bahwa kita memiliki Allah yang setia, yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.
Ketika kita mengingat kebaikan Tuhan—nafas yang masih diberikan, penyertaan-Nya sepanjang hari, dan kasih-Nya yang tidak berubah—hati kita akan dipenuhi ucapan syukur. Dari hati yang bersyukur itulah muncul sukacita yang sejati.
Hari ini, sebelum meminta sesuatu kepada Tuhan, luangkan waktu untuk mengingat dan mengucapkan syukur atas berkat-berkat yang telah kita terima. Biarlah pujian dan penyembahan menjadi ungkapan kasih kepada-Nya, bukan hanya daftar permohonan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

