Yesaya 51:1

“Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.”

 

Bangsa Israel sedang dalam pembuangan, merasa kecil, lemah dan kehilangan arah. Namun justru di situ Tuhan berbicara tentang harapan akan pertolongan Tuhan.

Tuhan menyuruh mereka melihat “gunung batu” yang mengingatkan asal-usul mereka. Itu adalah gambaran bahwa mereka dibentuk bukan oleh kekuatan sendiri, melainkan oleh tangan Tuhan. Pertolongan Tuhan bukan hal baru. Ia sudah menolong sejak awal.

Walau Israel sedang tertindas, Tuhan tetap berkuasa. Keadaan boleh berubah, tetapi kuasa Tuhan tidak berubah.

Pertolongan-Nya sering tidak langsung terlihat, tetapi pasti digenapi pada waktu-Nya.

Maka, “dengarkanlah Aku” artinya Tuhan mengajak kita terlebih dahulu untuk percaya dan taat. Pertolongan sejati dimulai dari relasi yang hidup dengan-Nya. Apapun keadaan kita, dengarkan suara-Nya lebih dari suara ketakutan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *