Mikha 7:18
“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?”
KPJ 56 dengan judul “Muliha Angger”, yang liriknya demikian:
Muliha angger, muliha den enggal!
Paranmu wus adoh, lakumu kesasar
Adhuh cilaka angger muliha!
Den enggal muliha!
Ringkasnya jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dimana Tuhan memiliki kerinduan kepada anak-Nya yang sudah terlalu jauh meninggalkan-Nya dan tersesat. Tuhan ingin anak-Nya segera pulang. Artinya sejauh apapun anak-anakNya meninggalkan-Nya, Ia tetap akan menunggu dan mengampuni mereka dari segala dosa dan kesalahan mereka.
Mungkin kondisi kita sama, kita merasa tidak layak, terlalu jauh dari Tuhan.
Namun dalam teks kita saat ini, Nabi Mikha memiliki kekaguman kepada Allah. Bukan karena Allah tidak pernah marah dan mengabaikan dosa, akan tetapi Allah memilih untuk mengampuni. Tuhan tidak menyimpan murka selamanya.
Yang Ia simpan adalah kasih setia.
Saudara yang terkasih,
Hari ini, mungkin ada rasa bersalah yang masih kita pikul.
Bawalah itu kepada Tuhan. Jangan tunggu sampai merasa layak.
Karena Allah kita bukan Allah yang mencari alasan untuk menghukum. Ia adalah Allah yang mencari hati yang mau kembali. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

