Roma 7:14-15
“Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.”
Jikalau kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita mengenal diri kita sendiri dengan utuh, sepertinya kita tidak mengenali diri kita secara utuh. Lalu pernyataan selanjutnya, kita saja tidak bisa mengenali diri kita secara utuh apalagi mengenali orang lain.
Rasul Paulus dalam bacaan kita saat ini mau memperkenalkan siapakah kita secara utuh. Terdapat sebuah pergumulan atau peperangan yang berat dari orang-orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima DIA menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadinya, maka dia adalah orang-orang yang sudah dilahirbarukan. Maka orang yang sudah lahir baru atau orang yang sudah diselamatkan, mempunyai hidup yang berbeda dengan sebelumnya. Apa bedanya orang yang belum lahir baru dan orang yang sudah lahir baru? Bagaimana mereka melihat dosa? Jelas beda! Orang yang belum lahir baru, melihat dosa hanya masalah moral etika. Berbeda dengan orang yang sudah diselamatkan! Ia akan bersikap serius, karena dosa merusak relasi bersama dengan Allah Bapa yang telah memberikan keselamatan. Jadi pusat hidup kita yang sudah diselamatkan bukan aku lagi; melainkan Allah yang menjadi pusat hidup.
Kita adalah gambar dan rupa Allah yang sangat dikasihi Allah, tetapi kita juga orang yang telah jatuh ke dalam dosa, sehingga kita terpisah dengan Allah. Kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya; dan ketika kita diselamatkan Tuhan Yesus, kita ada dalam keadaan masih berdosa. Bukan orang baik dan benar. Maka Rasul Paulus mengatakan, aku tahu yang baik dan benar, tetapi justru yang aku lakukan adalah hal-hal yang jahat, yang aku benci. Namun Roh Penolong yang akan mematikan kedagingan kita. Dengan demikian aku yang berdosa ini dapat memiliki kemenangan dalam Tuhan Yesus untuk hidup dalam kebenaran Allah; bukan hidup dalam keberdosaan kita.
Lalu siapa kah kita? Kita orang berdosa, yang diselamatkan oleh Allah dan dituntun untuk hidup dalam kebenaran Allah. Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

