Roma 12:12

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Pasti saudara pernah mendengar kalimat yang terucap : “Sabar ya!”. Bisa jadi kalimat itu terucap untuk kita dari orang lain yang sedang mendengar cerita kita tentang pergumulan yang kita hadapi. Kata-kata yang diucapkan untuk menghibur dan menguatkan kita. Rasa-rasanya enak dan gampang sekali mereka yang mengatakan, “sabar ya” tidak tahu kita yang mengalaminya sudah tidak kuat dan sabar. Kita berfikir kata-kata itu tak lebih dari sebuah kalimat etis yang tidak dapat menyelesaikan masalah kita. Tetapi malahan kata Sabar disampaikan Tuhan kepada umatnya dalam menghadapi kesesakkan.

“sabarlah dalam kesesakan”

Mengapa Tuhan mengatakan demikian? Supaya setiap orang percaya mampu menguasai diri sendiri.

Bersabar di dalam kesesakan akan melatih dan membentuk diri kita untuk menyerahkan diri kita penuh kepada kehendak Roh Kudus. Jadi di dalam kesabaran ada nilai ilahi yang berkaitan dengan pembentukan diri. Sabar dalam kesesakan juga merupakan salah satu tindakan iman untuk tidak melakukan dosa. Dimana kita menahan diri untuk tidak membalas saat disakiti dan tidak membiarkan manusia tidak mampu menguasai diri meluap melainkan menuruti kehendak Allah dan Firman-Nya. Maka senantiasa, bersukacitalah, bersabarlah dalam kesesakan dan jangan lupa berdoa dengan setia memohon Roh Kudus berkarya! Roh Kudus memampukan kita! Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *