Kisah Para Rasul 9:31

“Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

Takut adalah hal manusiawi. Allah mengaruniakan manusia rasa takut agar manusia tahu diri, menahan diri, awas diri, dan waspada. Kisah Para Rasul memuat dua jenis takut. Pertama, para murid takut kepada Saulus. Kedua, jemaat takut akan Tuhan. Ada dua takut, namun masing-masing memberikan dampak yang berbeda. Takut kepada Saulus menyebabkan usaha pengajaran yang telah dan akan dilakukan Saulus tenggelam, tidak didengar dan diketahui. Namun, takut akan Tuhan berbuahkan “kedamaian di jemaat Yudea, Galilea, dan Samaria, dan jumlah mereka bertambah besar.” Takut akan Tuhan mendatangkan kemajuan kabar baik Allah.

Takut akan Tuhan adalah sikap dasar hidup beriman. Tanpa sikap takut akan Tuhan, maka seorang beriman menjadi sombong dan tinggi hati karena kesalehannya. Mari hidup senantiasa takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *