Ibrani 9:27-28
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”
Pemahaman orang Yahudi dalam ritualnya memberikan korban (lembu, sapi, domba) di bait Allah sebagai korban penebusan dosa. Sehingga melalui korban itu, maka hubungan umat dengan TUHAN didamaikan karena umat menunjukkan penyesalannya dan memberikan ritual khusus kepada TUHAN demi memohonkan pengampunannya. Namun, korban penebusan yang diberikan Yesus bukanlah kambing atau domba yang dikurbankan, melainkan diri-Nya sendiri. Yesus adalah domba sekaligus imam yang mempersembahkan darah dan tubuh-Nya sebagai kurban pendamaian dan pengudusan. Kitab Ibrani menggemakan pesan di atas dengan menegaskan bahwa pengurbanan tubuh dan darah Yesus terjadi hanya sekali dan berlaku untuk selamanya.
Melalui iman akan Kristus yang mati dan bangkit, mengajak umat untuk memaknai kurban Kristus sebagai kurban pengudusan dan pendamaian yang berlaku untuk selamanya. Maka, kita yang sudah menerima anugerah keselamatan oleh karena pengorbananNya memiliki tanggung jawab menjalani dan mengisi hidup dengan sungguh-sungguh bersama sesama dan Tuhan. Hidup dalam perdamaian karena kita sudah didamaikan oleh pengorbananNya yang sekali untuk selamanya. Amin.

