Habakuk 1:5
Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, terheran-heranlah dan tercenganglah, sebab Aku akan melakukan sesuatu pada zamanmu, yang jika diceritakan tidak akan kamu percayai.

Saudara-saudara yang terkasih, ketika berdoa, kita umumnya berharap masalah segera selesai, jalan diluruskan, dan keadilan ditegakkan. Namun kenyataannya, jawaban sering terasa jauh, seolah-olah Tuhan tidak berbuat apa-apa dalam hidup kita. Inilah yang dialami Habakuk saat melihat ketidakadilan merajalela di zamannya.
Habakuk berseru kepada Tuhan karena kekerasan dan kejahatan tak kunjung dihentikan. Namun, jawaban Tuhan justru mengejutkan: Ia sedang bekerja, tetapi dengan cara yang melampaui nalar manusia. Ia akan memakai bangsa Babel, bangsa yang lebih kejam, sebagai alat penghukuman. Jawaban ini tidak menenangkan. Ia membingungkan dan mengguncang iman. Melalui jawaban itu, Tuhan mengajar Habakuk bahwa jalan-Nya tidak selalu sejalan dengan logika dan harapan kita. Iman yang dewasa tidak dibangun ketika segala sesuatu berjalan sesuai keinginan, tetapi ketika kita tetap percaya meski cara Tuhan tampak tidak masuk akal dan sulit diterima.
Kita mudah marah ketika doa tidak dijawab seperti yang kita harapkan. Namun hari ini kita diajak berhenti hanya menuntut jawaban dan mulai memercayai Pribadi yang memegang jawaban itu. Memercayai Tuhan bukan berarti memahami seluruh rencana-Nya, melainkan tetap melangkah bersama-Nya, bahkan ketika jawaban-Nya melampaui pemahaman kita. Maka, ketika doa belum terjawab atau jalan-Nya terasa tak masuk akal, jangan mundur dan jangan berhenti berdoa. Tetaplah berjalan bersama-Nya, sebab Ia tahu apa yang sedang dikerjakan-Nya. Tuhan memberkati kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *