1 Korintus 9:25
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang abadi.
Saudara yang terkasih, kita hidup di zaman yang terus berkembang, dan perkembangan itu membawa dua sisi. Sisi positifnya, informasi kini mudah diakses sehingga banyak orang semakin berwawasan. Namun, di sisi lain, perkembangan zaman dapat menghambat pertumbuhan iman. Karena kita begitu terpaku pada hal-hal yang rasional dan digital, melatih disiplin rohani dianggap aneh oleh dunia saat ini. Banyak dari kita mengabaikannya, dan gereja pun tidak lagi menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari.
Renungan pagi ini mengingatkan kita kembali akan tujuan hidup kita. Paulus menegaskan bahwa tujuan orang Kristen adalah memperoleh mahkota yang abadi. Untuk itu, diperlukan penguasaan diri, arah yang jelas, dan kesungguhan hati. Para atlet berjuang demi mahkota yang fana, tetapi tujuan orang percaya jauh lebih mulia: mahkota yang abadi.
Namun, meraihnya bukanlah hal yang mudah. Dalam ayat 27, Paulus menyatakan bahwa ia melatih tubuhnya dan menguasainya sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa niat baik atau emosi sesaat saja tidak cukup. Iman bertumbuh melalui kebiasaan (habitus) yang dirawat secara konsisten: doa, firman, pengendalian diri, dan kesetiaan dalam hal-hal kecil.
Memang, di zaman ini melatih disiplin rohani terasa aneh dan asing, dan tidak banyak orang yang memedulikannya. Padahal, justru di situlah kekuatan iman dibangun. Ketika kita setia melatih disiplin rohani, kita sedang mempersiapkan diri untuk tujuan yang besar, yakni hidup berkenan kepada Tuhan dan meraih mahkota yang abadi. Selamat berlatih dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Memberkati. Amin

