Kejadian 12:1
Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

Setiap manusia mendambakan hidup yang nyaman, yaitu kondisi yang memberi kebahagiaan tanpa harus bersusah payah. Di zaman modern, kenyamanan sering diukur dari harta yang berlimpah, kebutuhan yang tercukupi, dan karier yang sukses. Ketika sampai pada titik itu, kita kerap merasa sudah berada di puncak hidup dan tidak perlu berkembang lagi. Bahkan, zona nyaman sering menjadi faktor terkuat yang melemahkan kehidupan rohani kita.
Hal serupa dialami Abram. Di Ur-Kasdim, ia hidup dengan harta dan hamba yang berlimpah. Namun Tuhan berkata lain: “Pergilah dari negerimu.” Saat itu tidak ada hal menarik yang bisa ia nantikan. Yang tampak hanyalah perjalanan panjang dan berat melintasi negeri asing yang keras, penuh kesusahan dan musuh. Meski demikian, Abram percaya bahwa Tuhan menyertai setiap langkahnya dan akan menggenapi janji-Nya untuk menjadikannya bangsa yang besar, sekalipun penggenapannya baru terjadi bertahun-tahun kemudian.
Terkadang Allah memanggil kita untuk melakukan pekerjaan, pelayanan, atau tugas yang menantang dan tampaknya tidak menjanjikan. Namun, Dia selalu hadir untuk menolong kita mempercayai-Nya dan melangkah dengan iman. Pekerjaan dan kenyamanan bukanlah hal yang salah. Yang perlu dijaga adalah hati kita, supaya tetap siap taat ketika Tuhan memanggil. Saat kita melangkah maju, Dia pun melangkah bersama kita. Selamat melangkah hari ini. Tuhan memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *