Kejadian 19:29
“ Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan, Allah ingat kepada Abraham.”

Banyak orang Kristen mengira bahwa “Tuhan ingat” berarti Tuhan baru memperhatikan kita ketika kita sedang saleh, rajin berdoa, atau pantas diingat. Sebaliknya, ketika doa belum dijawab dan pergumulan terasa panjang, kita mudah merasa dilupakan, seakan Tuhan sibuk dengan urusan yang lebih besar. Padahal Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan yang mengingat bukanlah Tuhan yang sempat lupa, melainkan Tuhan yang setia pada janji dan kasih-Nya.
Kejadian 19 memperlihatkan hal itu. Tuhan bermaksud menghancurkan Sodom dan Gomora, kota-kota yang dosanya sangat besar dan menjadi keluh kesah banyak orang. Sebelum menjatuhkan hukuman, Tuhan lebih dulu menyatakan rencana-Nya kepada Abraham, karena Ia mengasihi Abraham dan telah berjanji menjadikannya bapa sebuah bangsa yang besar. Abraham pun teringat akan Lot, keponakannya, yang tinggal di Sodom. Meskipun sikap Lot egois, Abraham tetap mengasihinya. Maka terjadilah tawar-menawar Abraham dengan Tuhan agar Sodom tidak dibinasakan. Abraham mengira masih ada cukup banyak orang benar di sana, setidaknya sepuluh orang. Ternyata, selain Lot dan keluarganya, tidak ada lagi orang benar di Sodom.
Namun doa Abraham tidak sia-sia. Ketika Tuhan benar-benar menghancurkan kota-kota itu, Ia menyelamatkan Lot dan keluarganya lebih dahulu. Ayat 29 menyatakan alasannya: Allah ingat kepada Abraham. Tuhan mengingat Abraham yang bergumul bagi Lot, dan karena itu Ia tidak membiarkan Lot ikut binasa. Lot diselamatkan bukan karena kebaikannya, melainkan karena Tuhan ingat akan doa dan kasih Abraham kepadanya. Inilah yang sangat mengharukan.
Hari ini kita pun diingat oleh Tuhan, bukan karena kita layak, tetapi karena Ia menyayangi kita sebagai anak-anak-Nya. Karena itu, jangan berhenti mendoakan orang-orang yang kita kasihi, entah keluarga, sahabat, atau mereka yang hidupnya masih jauh dari Tuhan. Doa syafaat yang tulus tidak pernah luput dari perhatian-Nya, dan orang-orang yang kita doakan itu pun ada dalam ingatan-Nya. Maka hari ini, sebutlah nama mereka satu per satu di hadapan Tuhan, dan percayalah bahwa Dia tidak lupa. Tuhan memberkati kita. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *