Mazmur 19:8
Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
Manusia memiliki kebutuhan dasar untuk diakui. Pengakuan dari sesama sering kali memberi semangat dan membuat hidup terasa berguna. Demi mencapai perasaan “jika orang lain senang, aku juga senang”, kita kerap mengorbankan kebahagiaan sendiri. Akibatnya, kita terjebak menjadi people pleaser—seseorang yang melelahkan diri hanya demi validasi manusia. Padahal, kebaikan kita tidak selalu disambut dengan rasa terima kasih. Niat awal mencari semangat hidup justru berujung pada kepahitan hati.
Renungan pagi ini kembali mengingatkan kita pada sumber kebahagiaan sejati. Dalam Mazmur 19:8, Daud memuji Tuhan karena Firman yang menuntun kesehariannya. Ia menyadari bahwa sukacita tidak berasal dari pengakuan eksternal, melainkan dari hubungan intimnya dengan Tuhan. Firman itulah yang mampu menyegarkan jiwanya dan memberikan hikmat.
Berkaca pada nyanyian Daud, kebahagian kita ternyata berasal dari Firman Tuhan yang selalu kita terima dalam kehidupan sehari-hari. Firman tersebut memberikan hikmat bahwa nilai diri kita terletak pada kasih Allah, bukan pada tepuk tangan manusia, sehingga jiwa kita yang lelah akibat ekspektasi orang lain dapat kembali disegarkan.
Hari ini, mari melangkah bukan lagi sebagai seorang people pleaser, melainkan sebagai pribadi yang telah dipuaskan oleh penerimaan Allah. Teruslah melekat pada Firman-Nya, sebab di situlah letak kesegaran dan kebahagiaan sejati bagi jiwa kita. Selamat menjalani kebahagiaan dalam Tuhan. Amin.

