Zakharia 9:9
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak mungkin lepas dari konflik. Konflik dalam berumah-tangga, pekerjaan, ataupun relasi dengan masyarakat sekitarnya. Rata-rata konflik itu berbicara tentang hubungan atau relasi kita dengan seseorang yang lain. Menariknya, banyak dari kita menganggap “respon yang terbaik” ialah melawannya secara emosi sampai mendapatkan keadilan yang sepihak pada kita. Kemenangan dalam konflik selalu menjadi narasi yang diutamakan di zaman sekarang.
Namun firman Tuhan dalam Kitab Zakharia memberikan prinsip yang baru tentang kekuatan itu. Ia mengajak kita melihat teladan Sang Raja. Zakharia 9:9 menyatakan bahwa Tuhan yang adil dan jaya berjalan beriringan dengan kerendahan hati. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai. Artinya Tuhan yang berkuasa sekalipun tidak menggunakan kekuasaannya dengan cara yang kasar ataupun emosi, melainkan kelemahlembutan. Kelemahlembutan bukan kekuatan yang lemah melainkan kekuatan yang terkendali.
Maka dari itu jika hari ini kita berhadapan dengan konflik, mari kita atur pola nafas kita dan hening sejenak untuk berpikir. Ini bukan berarti kita diajak untuk pasif, melainkan tetap akitf secara terkendali. Tidak semerta-merta meresponnya dengan emosi, tetapi diajak untuk berpikir sejenak dan meresponnya secara perlahan-lahan. Percayalah ini tidak hanya mampu membebaskan pikiran kita, tetapi juga relasi dengan sesama kita. Dengan begitu kita bercermin seperti Tuhan kita yang adil dan lemah lembut. Menunjukan bahwa kita adalah sungguh anak-anakNya. Tuhan Yesus Memberkati kita. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *