Ibrani 2:9
“Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”
Kita sering menganggap bahwa penderitaan sebagai tanda Tuhan jauh dari kita.
Namun, dalam nats kita saat ini di Ibrani 2:9 mengingatkan bahwa jalan Yesus menuju kemuliaan justru melewati penderitaan. Sebelum dimahkotai, Ia terlebih dahulu memikul salib. Sebelum menerima hormat, Ia mengalami penolakan. Sebelum kebangkitan, ada kematian.
Artinya bahwa ini memberi kita pengharapan yang besar. Tuhan tidak hanya melihat penderitaan kita dari kejauhan; bahkan Ia pernah mengalaminya. Yesus memahami air mata, kesepian, penolakan, dan rasa sakit. Karena itu, ketika kita berjalan dalam masa yang sulit, kita tidak berjalan sendirian.
Terkadang Tuhan sedang membentuk karakter, iman, dan ketekunan kita melalui proses yang tidak nyaman. Jangan menyerah hanya karena perjalanan terasa berat. Salib bukan akhir dari kisah Yesus, dan kesulitan yang kita alami hari ini juga bukan akhir dari kisah hidup kita. Di balik setiap proses yang Tuhan izinkan, ada tujuan yang lebih besar dan kemuliaan yang sedang dipersiapkan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

