2 Korintus 5:1
“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”
Saudara yang terkasih,
Saya yakin pasti saudara tahu atau mengenal yang namanya kemah. Kemah adalah tempat tinggal sementara karena keadaan darurat atau keperluan lain. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, masyarakat diungsikan ke kemah. Setelah situasi normal, mereka kembali lagi ke rumah. Atau misalnya dalam kegiatan pramuka, adapun juga membuat kemah. Dimana kalau kegiatan kemah di pramuka sudah selesai, kemah itu akan dibongkar. Inilah kemah yang disebut kemah!
Paulus menggambarkan kehidupan manusia sebagai suatu perjalanan. Berhubung hidup ini sebuah perjalanan, tidak selamanya kita tinggal di dunia ini.
Sebuah perjalanan tentu memiliki tujuan dan tujuan perjalanan kita adalah tempat kediaman di Sorga. Selama dalam perjalanan di dunia ini, kita tinggal sementara dalam kemah, yaitu tubuh yang fana ini. Berhubung sifatnya sementara, kemah ini sewaktu-waktu bisa dibongkar, yaitu pada saat kita tidak bernafas lagi dan hidup kita selesai di dunia ini. Namun, perlu satu hal yang kita yakini dan lakukan bahwa kita tidak perlu takut atau khawatir sebab Allah telah menyediakan sebuah tempat kediaman yang kekal bagi kita, yaitu tubuh yang mulia di Sorga. Hal inilah yang semestinya membuat kita bersukacita sebab selama kita masih di dunia ini, kita mengeluh karena banyaknya tekanan hidup. Janji Allah ini bukanlah omong kosong atau sekadar hiburan, melainkan sesuatu yang pasti sebab Allah sudah memberikan jaminan-Nya, yaitu Roh Kudus yang diberikan kepada kita.
Apakah yang saudara rasakan ketika tinggal di dunia ini, merasa nyaman atau tidak nyaman di dunia ini?
Ingatlah, semua yang ada di dunia ini sementara, hidup kita hanya sementara. Kata orang jawa “mung mampir ngombe”, nanti akan dibongkar dan diganti dengan yang baru, termasuk tubuh dan kehidupan kita. Maka jalani hidup ini sebaik mungkin, dan jangan takut dan khawatir akan sebuah kematian, karena Allah menyediakan kediaman yang kekal di dalam Kerajaan Sorga. Selamat menjalani hidup dengan syukur dalam hikmat dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

