Amsal 9:5-6
“Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.”
Kebodohan itu bukan soal kurang pintar, tapi soal hati yang keras tetap jalan dengan cara sendiri walaupun tahu itu tidak benar. Kebodohan bukan juga soal kurang pintar, tapi sikap hidup yang menolak Tuhan dan menjauh dari hikmat.
Hikmat Tuhan itu seperti meja yang sudah disiapkan: cukup, baik, dan memuaskan. Masalahnya, kita sering lebih tertarik pada “makanan cepat saji” dunia hal-hal instan yang kelihatannya enak, tapi tidak memberi hidup yang sejati.
Ayat ini mengajak kita berhenti sejenak dan jujur, apakah ada sikap, kebiasaan, atau keputusan yang sebenarnya kita tahu itu tidak bijak, namun kita tetap melakukannya? Apakah kita mau meninggalkannya, atau masih mempertahankannya?
Maka, datanglah kepada hikmat, menerima kebenaran, meninggalkan kebodohan dan hidup dengan benar. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

