Matius 9:28

“Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

 

Banyak persoalan hidup yang membuat orang menjadi putus asa atau putus harapan. Rasa-rasanya persoalan hidup yang dihadapi sudah buntu dan tidak dapat diselesaikan. Misalnya persoalan ekonomi, terbelit hutang, masalah penyakit yang tidak kunjung sembuh atau peristiwa yang lain yang menyangkut kehidupan pribadi.

Teks kita mengisahkan tentang dua orang buta. Sekalipun mereka hidup dalam gelap, dan gelap itu menjadi persoalan bagi mereka, mereka tidak berputus asa. Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru: “Kasihanilah kami, Hai Anak Daud.” Menariknya Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka di jalan, tetapi menunggu sampai masuk ke dalam rumah dan bertanya “Percayakah kamu? bahwa Aku dapat melakukannya?”

Yesus tidak langsung menyembuhkan. Ia ingin menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kebutuhan—yaitu iman. Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Pengakuan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi penyerahan total kepada kuasa Yesus.

Pertanyaannya, dalam kesulitan dan tekanan hidup yang saudara alami saat ini, “Percayakah kamu?” Jawablah dengan penuh keyakinan “Ya Tuhan, kami percaya.” Berserahlah penuh kepada-Nya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *