Mazmur 130:6

“Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.”

 

Dalam sebuah penantian, kita sering jatuh pada ketidaksabaran. Apalagi menanti sesuatu yang sangat kita harapkan dan kita doakan.

Hal ini pun digambarkan dalam teks kita seperti seorang penjaga malam. Seorang penjaga malam berdiri dalam gelap, dingin, dan sunyi. Ia tidak bisa mempercepat datangnya pagi. Ia hanya bisa bertahan, berjaga, dan berharap.

Kadang kita pun berada di waktu “malam”, doa yang terasa belum dijawab, pergumulan yang tidak kunjung selesai, hati yang lelah menunggu perubahan.

Dalam keadaan seperti itu, kita sering ingin segera “pagi” datang. Kita jatuh pada ketidaksabaran, ingin solusi cepat dan kelegaan instan. Tetapi pemazmur mengingatkan bahwa “pagi” selalu datang pada waktunya. Artinya, pertolongan Tuhan selalu datang pada waktuNya. Bagian kita adalah tetap mengimani dan setia walaupun gelap belum berlalu, tetap berharap meskipun hati lelah, karena pada waktu-Nya, Tuhan akan menyatakan pertolonganNya. PertolonganNya tidak pernah terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *