2 Korintus 4:1
“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.”
Jikalau capek fisik akan lebih mudah untuk dipulihkan. Namun jika hatinya yang capek? kehilangan semangat, putus asa, atau menjadi lemah secara batin meskipun diluar kita tampak baik- baik saja. Masih melayani, tapi tanpa sukacita; masih berdoa, tapi tanpa pengharapan dan masih berjuang, tapi hati sudah ingin berhenti. Apakah dengan mudah untuk pulih?
Itu sebabnya Paulus berkata, “kami tidak tawar hati”—karena ia terus menjaga hatinya agar tetap berpegang pada kemurahan Allah, bukan pada situasi. Tidak tawar hati bukan berarti tidak lelah. Paulus juga lelah, terluka, dan ditekan. Namun ia tidak menyerah, karena ia tahu: Tuhan yang memberi panggilan juga memberi kekuatan untuk menjalaninya.
Saudara yang terkasih,
Tuhan tidak meminta kita untuk selalu kuat. Ia hanya meminta kita untuk tetap tinggal dalam anugerah-Nya. Dari situlah ketekunan lahir. Tuhan belum selesai, dan kamu tidak berjalan sendirian. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

