Mazmur 119:18

“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.”

 

Pemazmur tidak datang dengan rasa “sudah tahu”, melainkan mengakui bahwa pengertian rohani bukan hasil kecerdasan semata, tetapi anugerah dari Allah. Ia sadar bahwa firman Tuhan bisa dibaca, dihafal, bahkan diajarkan, namun tetap bisa tidak sungguh dipahami tanpa pertolongan Tuhan. Mata rohani bisa tertutup oleh kesibukan, dosa, kelelahan, atau rasa “sudah tahu”. Dibutuhkan hati yang mau diajar dan mata yang dibuka oleh Tuhan sendiri supaya kita bisa memandang keajaiban-keajaiban di dalam firman Tuhan, baik itu berupa teguran, penghiburan, bahkan arah hidup yang baru.

Saudara yang terkasih,

Sering kali kita membaca firman Tuhan, tetapi hati tetap sama, karena hati kita tidak mau diajar dan mata yang tidak mau dibuka oleh Tuhan. Sehingga semua hanya sekedar rutinitas tanpa mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Maka, mari datang dengan segala kerendahan hati, karena Tuhan sanggup menyingkapkan sesuatu yang kita butuhkan. Memohonlah supaya Ia membuka mata kita, melembutkan hati, dan mengajar kita untuk memahami kehendak Tuhan, agar firman Tuhan dapat mengubah hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *