Mazmur 27:10
“Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.”
Cinta kasih yang tak pernah hilang adalah cinta kasih orang tua. Orang tua yang baik akan melakukan apa saja untuk membahagiakan buah hati mereka. Ketika anaknya menangis mengalami kesulitan, hati orang tua pun turut menangis. Ketika anaknya sakit, lalu di dalam hati mereka mengatakan: “kenapa tidak saya saja yang sakit, jangan anak saya.”
Namun, bisakah seseorang kehilangan cinta kasih ayah dan ibunya? Adakah orang tua yang tega menelantarkan buah hatinya sendiri? Ada!
Kita sering mendengar berita-berita tentang kekerasan dalam rumah tangga yang sasarannya adalah anak-anak. Angka kekerasan terhadap anak terus meningkat. Tidak hanya itu, banyak bayi yang baru lahir dibuang oleh ibu kandungnya sendiri!
Dan ketika Daud berkata “sekalipun ayah dan ibuku meninggalkan aku,” ia sedang menggambarkan kondisi terburuk yang bisa dialami manusia: ditinggalkan oleh orang yang paling dekat. Namun kesetiaan Tuhan melampaui manusia, bahkan yang paling mengasihi bisa gagal karena keterbatasan, dosa, atau keadaan. Tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan. Tuhan menerima, memeluk, dan menjaga dengan penuh kasih. Ketika manusia menjauh, Tuhan justru mendekat.
Maka saudara, jika saudara merasa tidak dipahami, ditinggalkan, atau tidak dianggap oleh sekeliling saudara bahkan orang terdekat, ingatlah Tuhan mengasihimu, menerima, memeluk dan menyambutmu dengan penuh kasih. Karena kasih sayang Tuhan melebihi segalanya. Ia mengasihimu dan menyambutmu. Amin.

