Galatia 2:10

“hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.”

 

Ujian iman sering kali terjadi bukan pada saat kita berbicara tentang kebenaran, tetapi ketika kita diminta untuk mewujudkan kebenaran itu dalam tindakan. Paulus telah memperjuangkan Injil kasih karunia keselamatan oleh iman, bukan oleh perbuatan. Namun menariknya, ketika para rasul mencapai kesepakatan, satu pesan sederhana ditekankan: “Ingatlah orang-orang miskin.”

Hal ini menunjukkan bahwa iman yang benar tidak pernah berhenti di kepala atau di mulut. Iman yang hidup selalu bergerak menuju kasih. Mengingat orang-orang miskin bukan sekadar bersimpati, tetapi membuka mata, hati, dan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Injil yang menyelamatkan jiwa juga memanggil kita untuk memperhatikan luka-luka kehidupan sesama.

Saudara yang terkasih,

Dalam dunia yang bising dan sibuk ini dimana banyak orang yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, kita diajak berefleksi apakah iman kita sudah terlihat dalam kasih yang nyata?

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak hanya memahami Injil, tetapi juga menghidupinya dengan kasih yang sederhana, tulus, dan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *