Matius 2:11
“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”
Perikop ini menceritakan kedatangan orang-orang majus dari Timur yang mencari Yesus setelah kelahiran-Nya. Orang majus kemungkinan adalah ahli perbintangan. Bintang menjadi tanda ilahi yang menuntun mereka—menunjukkan bahwa Allah menyatakan diri-Nya bahkan kepada bangsa-bangsa lain.
Boleh dikatakan perjalanan mereka adalah perjalanan yang penuh bahaya.
Mengingat sistem transportasi yang masih bersifat tradisional tanpa infrastruktur apapun. Belum lagi masalah keamanan berupa ancaman dari para perampok yang tidak mengenal belas kasihan. Suku-suku yang menguasai wilayah tertentu yang harus mereka lalui.
Demikian pula halnya dengan tantangan alam, dimana badai gurun sewaktu-waktu menghadang perjalanan mereka. Tapi semua itu tidak menyurutkan niat mereka untuk mencari bayi Yesus.
Orang-orang majus menempuh perjalanan jauh, melewati ketidakpastian dan kesulitan, hanya untuk satu tujuan: menyembah Yesus. Ketika akhirnya mereka bertemu dengan Sang Anak, respons mereka bukan sekadar kagum, tetapi sujud menyembah bahkan memberikan persembahan.
Saudara yang terkasih,
Mereka mencari bukan hanya karena penasaran, akan tetapi hidupnya untuk menyembah kepada Tuhan bahkan memberikan apa yang mereka miliki.
Bagaimana dengan kita, sudahkah hidup kita gunakan untuk menyembah Dia? Dan sudahkah hidup kita ini kita persembahkan bagi kemuliaanNya? Mari belajar dari para majus. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

