Kisah Para Rasul 23:1
“Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: “Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah.”

Hati nurani adalah suara batin yang Allah tempatkan dalam diri manusia untuk membedakan baik dan jahat. Namun hati nurani dapat tumpul jika dosa dibiarkan begitu saja, salah arah jika dipengaruhi oleh arus dunia, namun dapat kembali murni jika dikuasai oleh Roh Kudus.
Hati nurani bukan standar kebenaran yang utama, firman Tuhanlah standar utama. Tetapi hati nurani yang ditempa dengan firman, akan dapat menyaksikan kebenaran dalam hidup kita.
Dalam teks kita Paulus tidak berkata bahwa ia tidak pernah salah. Ia pernah menganiaya jemaat Kristus.
Namun setelah bertemu Yesus, Paulus bertobat dan mengakui dosanya. Ia mengikuti panggilan Allah dan hidup jujur di hadapan Tuhan. Maka ia berani berdiri di hadapan pengadilan manusia, karena hatinya benar di hadapan Allah.
Saudara yang terkasih,
Bagaimanakah suara hati nurani saudara saat ini? Apakah Roh Kudus berkuasa atasnya sehingga memeriksa dan menegur kita?
Hati nurani yang dijaga dan dipimpin Roh Kudus akan meneguhkan kita di saat ujian datang. Isilah hati dengan Firman agar nurani tetap peka pada kebenaran. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *