Amsal 6:2
“jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,”
Seorang psikiater terkenal mengatakan bahwa dua kata paling menyedihkan dalam kosa kata manusia adalah “seandainya saja”. Ia percaya bahwa orang-orang terjebak dalam kegagalam dengan menghabiskan hidup mereka karena mengatakan ‘seandainya saya berusaha lebih keras; seandainya saja aku lebih baik pada anak-anakku dan lain sebagainya’. Seandainya saja dapat diubah dengan kosa kata yang lebih membangun yaitu ‘lain kali’. Lain kali saya akan berusaha lebih keras dan lain sebagainya. Nats kita mengatakan, “Kamu terjerat oleh perkataan mulutmu”. Terjerat artinya adalah jebakan. Maka kita diingatkan untuk berhati-hati menggunakan kosa kata yang kita ucapkan karena bisa jadi itu menjerat kita dalam rasa pesimis. Daripada kita mengucapkan tentang kekalahan, ucapkanlah kemenangan dan pembaruan dalam diri dan situasi kita.
Maka ucapkanlah kosa kata yang baik dan membangun, jangan sampai perkataan yang keluar dari mulut kita menjerat kita untuk maju dan menjadi lebih baik. Jadikanlah perkataan kita pun memberikan semangat dan kekuatan bagi sesama kita untuk menjalani kehidupan yang tentu banyak pergumulan. Jadi, mari gunakan perkataan dengan baik jangan sampai menjerat kita! Tuhan Yesus memberkati. Amin.

