Kisah Para Rasul 20:24

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”

Ada sebuah kisah tentang Mayor Arthur Godfrey seorang pria Kanada kaya yang selamat dari tenggelamnya Titanic. Setelah kapal itu menabrak gunung es, dia kembali ke kabinnya dan mengabaikan uang tunai, perhiasan dan harta benda berharga lainnya. Ia mengambil pin mutiara favorit dan tiga buah jeruk. Jika dipikir, terasa aneh. Ia meninggalkan barang yang jika diuangkan jumlahnya cukup banyak dan ia memilih mengambil barang yang mungkin bagi orang lain tidak penting. Namun itulah hal penting baginya! Lalu jika ada sebuah pertanyaan bagi saudara saat ini apakah hal penting dalam hidup saudara. Jangan-jangan kita menjalani hidup dengan hal-hal yang tidak penting.

Paulus telah meyadari bahwa hal terpenting dalam hidupnya adalah menyelesaikan misinya yaitu pekerjaan yang Tuhan Yesus berikan kepadanya. Paulus tidak gentar dan takut walau nyawa menjadi taruhannya. Tekad dan impian Paulus menjadi semangat dalam dirinya untuk setia dan tekun menjalankan tugas panggilannya. Maka saat ini kita belajar bahwa hal terpenting dalam hidup kita adalah tentang bagaimana hidup kita bisa menyelesaikan misi TUHAN dengan segala tugas panggilan kita sampai akhir hidup kita. Melewati setiap risiko dan tantangan sampai mencapai ‘garis akhir’. Karena TUHAN sendirilah yang akan menopang dan menyertai kita. Selamat menghayati hal paling penting dalam hidup. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *