MAZMUR 63:8

“sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.”

Terdapat sebuah video singkat, dimana ada seekor burung dalam sangkar bersama dengan anak-anaknya yang baru saja lahir. Tiba-tiba hujan deras turun. Dengan sigap induk burung ini melindungi anak-anaknya supaya mereka tidak kehujanan. Induk rela memberikan dirinya, basah kuyup demi keselamatan anak-anaknya. Pemazmur 63, yaitu Daud, mengungkapkan isi hatinya kepada Allah ketika ia berada di padang gurun Yehuda dalam pelariannya dari kejaran Raja Saul yang hendak membunuhnya. Dalam kondisi takut dan susah itu, Daud merindukan pertolongan Allah. Ia sungguh yakin bahwa Allah yang baik selalu menopang hidupnya. Ia bergantung sepenuhnya kepada kasih setia Allah, seperti anak-anak burung dalam naungan induknya. Dalam kasih setia Allah, Daud merasa aman tenteram. TUHAN selalu menyediakan segala hal yang ia butuhkan. Itulah sebabnya, seumur hidup Daud bersyukur kepada Allah, memuji dan memuliakan nama TUHAN.

Melalui ungkapan syukur dan kerinduannya kepada Allah, Daud menegaskan kebergantungan dirinya kepada Allah. Kebergantungan kepada Allah itu berlaku seumur hidup, bukan hanya pada saat mengalami peristiwa susah. Allah sesungguhnya selalu memelihara hidup seluruh ciptaan-Nya. Pemeliharaan Allah ini seharusnya kita yakini terus. Maka, kita nyatakan ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Allah sepanjang perjalanan dan umur hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *