Matius 12:38-39

“Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”

Sering terdapat ungkapan yang demikian : “mana buktinya kalau kamu mencintaiku?”

Sering kita sebagai manusia menuntut bukti cinta kepada orang yang katanya mengatakan bahwa ia mencintai kita. Ketika kita melihat bukti-bukti yang ia lakukan barulah kita percaya bahwa ia benar mencintai kita. Namun terdapat pendapat bahwa cinta yang menuntut syarat-syarat berarti penuh ketidakpercayaan. Tetapi bukankah cinta yang kita miliki sering kali demikian? Pertanyaannya cinta siapakah yang tanpa syarat? Cinta yang tanpa syarat adalah cinta TUHAN kepada kita. Yesus mengasihi murid-muridNya tanpa syarat tertentu. Yesus menerima murid apa adanya bahkan ketika murid gagal menanggapi cintaNya. Dia mengasihi tanpa syarat. Ahli Taurat meminta tanda membuktikan bahwa mereka tidak mengenal Yesus yang sesungguhnya. Kalau mereka mengenal Yesus, mereka akan mengerti dari ajaran dan karya yang dilakukanNya bahwa TUHAN mengasihi tanpa syarat.

Maka marilah kita peka akan kasih TUHAN dalam hidup kita. Bahwa KasihNya sungguh besar dan tanpa syarat. Terlebih juga mari berjuang untuk memiliki cinta kasih tanpa syarat kepada TUHAN juga kepada sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *