Efesus 5:15-17

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Waktu tidak bisa diputar kembali, artinya selalu maju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. Karena itu, kita harus mengelola atau mempergunakan waktu dengan baik. Jikalau tidak, waktu akan terlewati begitu saja dan sia-sia tanpa makna. Frasa “pergunakanlah” waktu yang ada merupakan terjemahan dari kata Yunani exagorazomenoi yang berarti menebus atau menyelamatkan. Jadi, seharusnya “waktu” dimaknai dan dihayati sebagai media penebusan.

Setiap umat dipanggil untuk menggunakan setiap kesempatan sebagai persembahan yang dilandasi oleh kasih, sebagaimana Kristus telah memberikan nyawa-Nya. Kesempatan adalah untuk memberi, mempersembahkan dan memberdayakan. Namun, bagaimana kita dapat memberi sesuatu yang berharga, jikalau kita tidak memperlengkapi diri dengan pengembangan diri? Memperlengkapi diri kita agar menjadi berkat. Kita hadir di dunia bukan sekadar peristiwa kebetulan, melainkan ada tujuan yang khusus dari Allah. Jadi, jangan merasa hidup saudara tidak bermakna. Hidup kita dirancang dalam tujuan Allah.

Maka pergunakan waktu dengan baik dengan pengembangan diri untuk menjadi berkat. Karena kita terlahir dan diberi waktu di dunia ini dalam rancangan dan tujuan Allah yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *