Yesaya 12:1-2

“Pada waktu itu engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”

TUHAN murka kepada bangsa Israel karena tidak taat kepadaNya. Mereka memilih setia kepada Baal. Sehingga mereka menjadi orang buangan.

Dalam keadaan terhukum, terbuang, menjadi tawanan dan budak, akan sulit atau hampir mustahil bagi orang untuk bersyukur kepada Tuhan. Namun berbeda dengan Yesaya. Sekalipun Tuhan murka kepada umat-Nya dan memberi hukuman, ia menghayati bahwa sebenarnya Tuhan sedang memberkati Israel dengan mendidik mereka dan memberi keselamatan. Dalam situasi terhukum dan terbuang, Yesaya malah bersyukur karena hukuman Tuhan tidak selama-lamanya dan murka-Nya akan surut; Tuhan memberi penghiburan; Tuhan menyelamatkan.

Saudara yang terkasih,

Kita perlu mengikuti seruan Yesaya yang mengajak kita bersyukur kepada Tuhan dan memasyhurkan nama-Nya, baik kala suka maupun duka. Allah sang sumber keselamatan akan menguatkan kita hingga kita tidak gentar. Dengan sukacita penuh pujian, sudah selayaknya kita selalu bersyukur atas segala berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *